a) Latar Belakang
Sejalan
dengan perkembangan perekonomian, banyak
perusahaan dalam rangka mengembangkan usahanya melakukan berbagai cara untuk
memenuhi kebutuhan modal, diantaranya adalah dengan cara utang atau menambah
jumlah kepemilikan saham dengan menerbitkan saham baru. Untuk menambah jumlah
kepemilikan saham perusahaan dapat dilakukan dengan menjual kepada pemegang
saham yang sudah ada, menambah saham yang tidak dapat di bagi, menjual langsung
kepada pemilik tunggal atau dengan melakukan penawaran saham kepada masyarakat
umum. Proses penawaran sebagian saham kepada masyarakat melalui bursa efek
disebut dengan istilah go public.
Secara mudah, go public merupakan penawaran saham atau
obligasi kepada masyarakat umum untuk pertama kalinya. Pertama kali di sini
berarti bahwa pihak penerbit pertama kalinya melakukan penjualan saham atau
obligasi. Ada beberapa manfaat yang diterima apabila melakukan penawaran umum.
Bagi perusahaan, dengan melakukan penawaran umum maka akan dapat memperoleh
dana yang relatif besar dan diterima sekaligus. Proses go public relatif lebih
mudah dan biayanya juga relatif lebih murah. Dana hasil penawaran umum biasanya
digunakan untuk melakukan ekspansi, memperbaiki struktur permodalan. Selain itu
melalui go public, emiten sebagai penerbit saham akan dikenal oleh masyarakat,
sehingga proses ini dapat dianggap promosi tidak langsung bagi perusahaan
maupun bagi produk dan jasa yang dihasilkannya. Dampak lain yang diperoleh
adalah meningkatnya citra perusahaan.
Transaksi penawaran umum penjualan saham pertama
kalinya terjadi pada pasar perdana (primary market). Pasar perdana adalah
penawaran saham dari perusahaan yang menerbitkan saham (emiten) kepada investor
selama waktu yang ditetapkan oleh pihak yang menerbitkan sebelum saham tersebut
diperdagangkan di pasar sekunder. Harga saham di pasar perdana ditentukan oleh
penjamin emisi dan emiten.
Dari hasil penjualan saham tersebut keseluruhannya
masuk sebagai modal perusahaan. Walaupun emiten dan underwriter secara bersama
– sama mengadakan kesepakatan dalam menentukan harga saham perdana, namun
sebenarnya mereka masing – masing mempunyai kepentingan yang berbeda. Sebagai
pihak yang membutuhkan dana, emiten menginginkan harga perdana yang tinggi.
Karena dengan harga perdana yang tinggi emiten berharap akan segera
merealisasikan rencana proyeknya. Dilain pihak underwriter sebagai penjamin
emisi berusaha untuk meminimalkan resiko yang ditanggungnya. Dalam tipe
penjaminan full comitment , pihak underwriter akan membeli saham yang tidak
terjual di pasar perdana. Keadaan ini membuat underwriter tidak berkeinginan
untuk membeli saham yang tidak laku terjual.
b) Pembahasan
Organisasi adalah bentuk formal dari
sekelompok manusia dengan tujuan individualnya masing - masing (gaji, kepuasan
kerja, dll) yang bekerjasama dalam suatu proses tertentu untuk mencapai tujuan
bersama (tujuan organisasi). Agar tujuan organisasi dan tujuan individu dapat
tercapai secara selaras dan harmonis maka diperlukan kerjasama dan usaha yang
sungguh-sungguh dari kedua belah pihak (pengurus organisasi dan anggota
organisasi) untuk bersama - sama berusaha saling memenuhi kewajiban
masing-masing secara bertanggung jawab, sehingga pada saat masing-masing
mendapatkanhaknya dapat memenuhi rasa keadilan baik bagi anggota organisasi / pegawai
maupun bagi pengurus organisasi/pejabat yang berwenang. Pada dasarnya suatu
organisasi terbentuk karna ada faktor-faktor. Berikut ini faktor terbentuknya
suatu organisasi:
a. Strategi
Struktur organisasi adalah salah satu
sarana yang digunakan manajemen untuk mencapai sasarannya. Karena sasaran
diturunkan dari strategi organisasi secara keseluruhan, logis kalau strategi
dan struktur harus terkait erat. tepatnya, struktur harus mengikuti strategi.
b. Ukuran
Organisasi
Terdapat banyak bukti yang mendukung ide
bahwa ukuran sebuah organisasi secara signifikan memengaruhi strukturnya.
c.
Teknologi
Istilah teknologi mengacu pada cara
sebuah organisasi mengubah input menjadi output. Setiap organisasi paling tidak
memiliki satu teknologi untuk mengubah sumber daya finansial, SDM, dan sumber
daya fisik menjadi produk atau jasa.
d.
Lingkungan
Lingkungan sebuah organisasi terbentuk
dari lembaga-lembaga atau kekuatan-kekuatan di luar organisasi yang berpotensi
memengaruhi kinerja organisasi. Kekuatan-kekuatan ini biasanya meliputi
pemasok, pelanggan, pesaing, badan peraturan pemerintah, kelompok-kelompok
tekanan publik, dan sebagainya.
Konsep-konsep tentang
organisasi berkembang mulai tahun 1800-an , sekarang dikenal sebagai teori
klasik (classical theory) atau disebut juga teori tradisional. Teori klasik telah
ada ribuan tahun yang lalu ,dalam dalam kerajaan Mesir , China dan kekaisaran
Romawi. Gereja Katolik Roma telah mempergunakan teori klasik hampir dua ribu
tahun lamanya. Organisasi secara umum digambarkan oleh para teoritisi klasik
sebagai sangat tersentralisasi , dan tugas-tugasnya terspesialisasi. Teori
klasik memberikan petunjuk “mekanistik” struktual yang kaku ,bukan kreativitas.
Teori klasik
berkembang dalam tiga aliran:
a.
Birokrasi
Kata
birokrasi berasal dari kata legal-rasional. Organisasi disebut
rasional dalam hal penetapan tujuan dan perancangan organisasi untuk mencapai
tujuan tersebut . Organisasi itu legal karena wewenangnya berasal dari
seperangkat atuan . Menurut Weber bentuk organisasi yang birokratik secara
kodratnya adalah bentuk oragnisasi yang paling efisien . Weber berpendapat
bahwa masyarakat perlu membentuk organisasi “baru” yang lain dari organisasi
tradisional . Model organisasi “baru” ini (birokratik) mempunyai
karakteristik-karakteristik struktural tertentu .
Menurut
Weber , model birokratik dapat digunakan secara efektif. Weber mengemukakan
karakteristik-karakteristik birokratik sebagai berikut :
·
Pembagian kerja yang
jelas
·
Hirarki wewenang yang
dirumuskan secaa baik
·
Program rasional dalam
pencapaian tujuan organisasi
·
Sistem prosedur bagi
penanganan situasi kerja
·
Sistem aturan yang
mencakup hak-hak dan kewajiban-kewajiban posisi para pemegang jabatan
· Hubungan-hubunagn antara
pribadi yang bersifat “impersonal” Ada pemisah antara masalah-masalah pribadi
dengan persoalan-persoalan resmi (formal) organisasi .
b.
Administrasi
Teori
administrasi adalah bagian kedua dari teorisasi organisasi klasik. Berkembang
sejak tahun 1900. Henri fayol (1841-1952), seorang industrialis dari Perancis,
pada tahun 1916 telah menulis masalah-masalah tehnik dan administrasi. Fayol
menyatakan bahwa semua kegiatan-kegiatan industrial dapat dibagi menjadi 6
(enam) kelompok :
·
Kegiatan-kegiatan
teknikal (produksi , manufacturing , adaptasi)
·
Kegiatan-kegiatan
komersial (pembelian, penjualan, pertukaran)
· Kegiatan-kegiatan
finansial (pencarian suatu penggunaan optimum dari modal)
·
Kegiatan-kegiatan
keamanan (perlindungan terhadap kekayaan dan personalia organisasi)
·
Kegiatan-kegiatan
akuntansi (penentuan persediaan, biaya, penyusunan neraca dan laporan
rugi-laba, statistik)
·
Kegiatan-kegiatan manajerial
(perencanaan, pengorganisasian, pemberian perintah, pengkoordinasian dan
pengawasan)
Fayol mengemukakan dan membahas 14 (empat belas) kaidah manajemen yang
menjadi dasar perkembangan teori administrasi .Pinsip-prinsip dari Fayol
tersebut secara ringkas dapat diuraikan sebagai berikut :
·
Pembagian kerja
(division of work)
·
Wewenang dan tanggung
jawab (authority and responsibility)
·
Disiplin (discipline)
·
Kesatuan perintah (unity
of command)
·
Kesatuan pengarahan (unity
direction)
·
Mendahulukan kepentingan
umum daripada kepentingan pribadi (subordinationof individual interests to
general interests)
·
Balas jasa (remuniretion
of personnel)
·
Sentralisasi
(centralization)
·
Rantai skalar (scalar
chain)
·
Aturan (order)
·
Keadilan (equity)
·
Kelanggengan personalia
(stability of tenure of personnel)
·
Inisiatif (initiative)
·
Semangat korps (esprit
de crops)
Fayol memerinci
fungsi-fungsi kegiatan administrasi menjadi “elemen-elemen” manajemen –
perencanaan (planning), pengorganisasian (organizing), pemberian perintah
(commanding), pengkoodinasian (coordinating) dan pengawasan (controlling).
c.
Ilmiah
Bagian ketiga
dari teori klasik adalah manajemen ilmiah (Scientific Management). Manajemen
ilmiah yang dikembangkan mulai sekitar tahun 1900 oleh Frederick Winslow
Taylor. Dalam buku-buku literatur , manajemen ilmiah diartikan :
i.
Manajemen ilmiah
merupakan penerapan metode ilmiah pada studi, analisa, dan pemecahan
masalah-masalah organisasi.
ii.
Manajemen ilmiah adalah
seperangkat mekanisme-mekanisme atau teknik-teknik - “a bag of tricks” -
untuk meningkatkan efisien kerja organisasi.
Secara
ringkas ,Taylor telah mengidentifikasikan karakteristik-karakteristik manajemen
ilmiah :
·
science, not rule of thumb
·
harmony, no discord
·
cooperation, not individualism
·
maximum output, in place of rentricted output
·
the development of each man to his greatest
efficiency and prosperity
Organisasi berkembang yaitu suatu
organisasi yang maju contohnya perusahaan berkembang yaitu Perusahaan Perseroan
(Persero) PT Telekomunikasi Indonesia, Tbk (TELKOM) merupakan Badan Usaha Milik
Negara dan penyedia layanan telekomunikasi dan jaringan terbesar di Indonesia.
TELKOM menyediakan layanan InfoComm, telepon kabel tidak bergerak (fixed
wireline) dan telepon nirkabel tidak bergerak (fixed wireless), layanan telepon
seluler, data dan internet, serta jaringan dan interkoneksi, baik secara
langsung maupun melalui anak perusahaan. Untuk menjawab tantangan yang terus
berkembang di industri telekomunikasi dalam negeri maupun di tingkat global,
kami bertekad melakukan transformasi secara fundamental dan menyeluruh di
seluruh lini bisnis yang mencakup transformasi bisnis dan
portofolio,transformasi infrastruktur dan sistem, transformasi organisasi dan
sumber daya manusia sertatransformasi budaya. Pelaksanaan transformasi ini
dilakukan dalam rangka mendukung upaya diversifikasi bisnis TELKOM dari
ketergantungan pada portofolio bisnis Legacy yang terkait dengan
telekomunikasi, yakni layanan telepon tidak bergerak (Fixed), layanan telepon
seluler(Mobile), dan Multimedia (FMM), menjadi portofolio TIME
(Telecommunication, Information, Media and Edutainment). Konsistensi TELKOM
dalam berinovasi telah berhasil memposisikan perusahan sebagai salah satu
perusahan yang berdaya saing tinggi dan unggul dalam bisnis wave.
Pada perusahaan yang berkembang terdapat
sistem-sistem yaitu:
a.
Perusahaan Go Public
Go Public berarti menjual saham
perusahaan ke para investor dan membiarkan saham tersebut diperdagangkan di
pasar saham. Sebagai contoh, PT. Telkomunikasi indonesia, PTAxiata XL, Indosat,
dan banyak perusahaan lainnya yang sudah menjadi Go Public. Perusahaan yang
memiliki sistem seperti ini memiliki kerugian seperti:
i.
Laporan Rutin
Setiap perusahaan yang go public secara
periodik harus membuat laporan kepada Bursa Efek Indonesia, bisa saja per
kuartal atau tahunan, tentu saja untuk membuat laporan tersebut diperlukan
biaya.
ii.
Terbuka
Semua perusahaan go public pasti
transparan dan sangat mudah untuk diketahui oleh para kompetitornya dari segi
data dan managementnya.
iii.
Keterbatasan kekuasaan Pemilik
Para pemilik perusahaan harus memperhatikan
kepentingan bersama para pemegang saham, tidak bisa lagi melakukan praktek
nepotisme, kecurangan dalam pengambilan keputusan dan lainnya, karena
perusahaan tersebut milik publik.
iv.
Hubungan antar Investor
Perusahaan terbuka harus menjaga hubungan
antara perusahaan dengan para investornya dan di informasikan mengenai
perkembangan dari perusahaan tersebut.
b.
Perusahaan Holding Company
Pengertian Holding Company adalah penggabungan badan usaha
untuk menggabungkan suatu perusahaan dengan satu atau lebih perusahaan lain ke
dalam satu kesatuan ekonomis. Mengadakan penggabungan badan usaha atau External
Business Expansion merupakan alasan pemilik perusahaan untuk lebih
mengembangkan usahanya dimasa yang akan datang dalam rangka mempersiapkan
perusahaan dalam posisi yang berdaya saing yang kuat. Suatu perusahaan
melakukan pengabungan sumber-sumber ekonomis yang dimiliki oleh perusahaan
lainnya.
Perusahaan holding sering juga disebut dengan holding
company, parent company, atau controlling company. Munir Fuady mengartikan
holding company adalah suatu perusahaan yang bertujuan untuk memiliki saham
dalam satu atau lebih perusahaan lain dan mengatur satu atau lebih perusahaan
lain tersebut.
Pada holding company terdapat konsentrasi saham-saham dengan tujuan untuk mencapai pengaruh pada perusahaan tertentu atau cabang perusahaan tertentu untuk mengendalikannya.
Konsentrasi yang diinginkan dapat dicapai dengan bantuan modal asing. Holding company merupakan perusahaan yang berdiri sendiri yang atas namanya sendiri, mengeluarkan saham-saham badan usaha lain dan deviden yang tercapai dengannya. Maskapai induk (moedermaatschappij ) melalui kekayaan sahamsahamnya sebesar 40% hingga 50% dapat mengendalikan sejumlah maskapai anak (doctermaatschappijen) yang kembali lagi melalui pemilikan saham (aandelenbezit) menguasai maskapai-maspakai anak lainnya.
Pada holding company terdapat konsentrasi saham-saham dengan tujuan untuk mencapai pengaruh pada perusahaan tertentu atau cabang perusahaan tertentu untuk mengendalikannya.
Konsentrasi yang diinginkan dapat dicapai dengan bantuan modal asing. Holding company merupakan perusahaan yang berdiri sendiri yang atas namanya sendiri, mengeluarkan saham-saham badan usaha lain dan deviden yang tercapai dengannya. Maskapai induk (moedermaatschappij ) melalui kekayaan sahamsahamnya sebesar 40% hingga 50% dapat mengendalikan sejumlah maskapai anak (doctermaatschappijen) yang kembali lagi melalui pemilikan saham (aandelenbezit) menguasai maskapai-maspakai anak lainnya.
c.
Perusahaan Joint Venture
Joint venture merupakan suatu kerjasama antar beberapa
perusahaan untuk mencapai konsentrasi kekuatan ekomomi yang lebih padat.
Joint venture dapat disebut juga sebagai aliansi strategis (strategic
alliances) dan bisa dilakukan oleh perusahaan besar selain itu dapat menjadi
strategi yang efektif untuk memanfaatkan kelebihan – kelebihan yang dimiliki
oleh partner. Ciri utamanya:
i.
Kegiatan yang dilakukan oleh salah seorang
partner masih tetap mengikat partner yang lain.
ii.
Kewajiban semua pihak dalam joint venture dapat
dimasukkan dalam jenis partnership.
Tujuan perusahaan joint venture adalah untuk menciptakan
sebuah perusahaan dengan kombinasi mitra 'lokal' yang memiliki pengetahuan
khusus pasar dan visibilitas tinggi. Bermacam-macam bentuk organisasi yang ada
dapat dibedakan secara jelas ketika kita membandingkan toko kelontong, supermarket,
konsultan hukum, atau perusahaan otomotif. Masing-masing unit bisnis atau
organisasi tersebut memiliki karakteristik yang berbeda-beda. Demikian pula
yang akan kita bahas pada makalah ini seperti Organisasi Niaga, Regional dan
Internasional, antara klasifikasi disetiap masing organisasi-organisasi
tersebut terdapat perbedaan karakteristik pada pembentukan organisasi, tujuan
organisasi maupun segi keuntungan organisasi sendiri.
c) Kesimpulan
Organisasi adalah bentuk formal dari sekelompok manusia
dengan tujuan individualnya masing - masing (gaji, kepuasan kerja, dll) yang
bekerjasama dalam suatu proses tertentu untuk mencapai tujuan bersama (tujuan
organisasi). Untuk Itu diperlukan beberapa tipe organisasi dalam pengembangan
perusahaan tersebut.
Dalam menjalankan Perusahaannya, Organisasi yang berkembang tersebut menggunakan beberapa system untuk memajukan perusahaan mereka. Sistem organisasi berkembang yang dikenal adalah : join venture, holding company, dan go public.
Sistem organisasi yang berkembang tersebut memiliki kekurangan dan kelebihannya masing – masing yang menjadi tolak ukur setiap perusahaan memilih system pengerjaan perusahaannya sesuai dengan bidangnya masing – masing sehingga kekurangan dan kelebihan tersebut bisa di gunakan untuk memajukan kepentingan perusahaan itu sendiri.
Dalam menjalankan Perusahaannya, Organisasi yang berkembang tersebut menggunakan beberapa system untuk memajukan perusahaan mereka. Sistem organisasi berkembang yang dikenal adalah : join venture, holding company, dan go public.
Sistem organisasi yang berkembang tersebut memiliki kekurangan dan kelebihannya masing – masing yang menjadi tolak ukur setiap perusahaan memilih system pengerjaan perusahaannya sesuai dengan bidangnya masing – masing sehingga kekurangan dan kelebihan tersebut bisa di gunakan untuk memajukan kepentingan perusahaan itu sendiri.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar