Selasa, 09 Juni 2015

Konsep Pendapatan Nasional

Konsep pendapatan nasional adalah Berbagai macam penghasilan atau pendapatan yang diterima oleh satu negara dari berbagai perhitungan contohnya Produk domestik bruto, produk nasional bruto, net nasional produk, net nasional pendapatan, pendapatan perseorangan dan disposible income.

Berikut ini penjelasan dari konsep-konsep pendapatan tersebut:

Produk Domestik Bruto

Berdasarkan metode ini pendapatan nasional adalah barang dan jasa yang dihasilkan oleh suatu negara dalam periode tertentu. Dengan metode ini, pendapatan nasional dihitung dengan menjumlahkan setiap nilai tambah proses produksi di dalam masyarakat dari berbagai lapangan usaha suatu negara dalam kurun waktu satu periode
Angka statistik PDB Indonesia yang dilaporkan oleh Badan Pusat Statistik hanya mencatat kegiatan-kegiatan ekonomi formal. Karena itu, statistik PDB belum mencerminkan seluruh aktivitas perekonomian suatu negara. Misalnya, upah pembantu rumah tangga di Indonesia tidak tercatat. Begitu juga dengan kegiatan petani buah yang langsung menjual produknya ke pasar.
Di negara-negara berkembang, keterbatasan kemampuan pencatatan lebih disebabkan oleh kelemahan administratif dan struktur kegiatan ekonomi masih didominasi oleh kegiatan pertanian dan informal. Tetapi di negara-negara maju, kebanyakan kegiatan ekonomi yang tak tercatat disebabkan oleh karena kegiatan tersebut merupakan kegiatan ilegal atau melawan hukum. Padahal, nilai transaksinya sangat besar. Misalnya, kegiatan penjualan obat bius dan obat-obat terlarang lainnya.

Untuk menghitung PDB, memiliki rumus sebagai berikut:

Y=(Q1.P1)+(Q2.Q2)+…(Qn.Pn)

Keterangan:
Y = Pendapatan nasional (Produk Domestik Bruto)
Q = Jumlah barang
P = Harga barang

Produk Nasional Bruto

Berdasarkan metode pengeluaran,pendapatan nasional adalah penjumlahan seluruh pengeluaran yang dilakukan seluruh pelaku ekonomi (rumah tangga, perusahaan, pemerintah, masyarakat luar negeri) di dalam suatu negara selama periode tertentu (satu tahun). Hasil penghitungannya disebut Produk Nasional Bruto (PNB) atau Gross National Product (GNP). Produk Nasional Bruto (PNB) atau Gross National Product (GNP) adalah konsep yang mempunyai arti yang bersamaan dengan GDP, tetapi memperkirakan jenis-jenis pendapatan yang sedikit berbeda

Untuk menghitung PNB, memiliki rumus sebagai berikut:

Y = C + I + G + (X – M)

Keterangan:Y = Pendapatan nasional bruto
C = Konsumsi 
 I  =  Investasi perusahaan
G = Pengeluaran pemerintah
X = Export
M = Import

Net Nasional Produk

NNP adalah jumlah barang dan jasa yang dihasilkan oleh masyarakat dalam periode tertentu, setelah dikurangi penyusutan (depresiasi) dan barang pengganti modal

Untuk menghitung NNP, memiliki rumus sebagai berikut:

NNP = GNP – Penyusutan 

Net Nasional Pendapatan

NNI adalah jumlah seluruh penerimaan yang diterima oleh masyarakat setelah dikurangi pajak tidak langsung (indirect tax)

Untuk menghitung NNI, memiliki rumus sebagai berikut:


NNI = NNP – Pajak tidak langsung

Pendapatan perseorangan

PI adalah jumlah seluruh penerimaan yang diterima masyarakat yang benar-benar sampai ke tangan masyarakat setelah dikurangi oleh laba ditahan, iuran asuransi, iuran jaminan social, pajak perseorangan dan ditambah dengan transfer payment.

Untuk menghitung PI, memiliki rumus sebagai berikut:

PI = (NNI + transfer payment) – (Laba ditahan + Iuran asuransi + Iuran jaminan social + Pajak perseorangan ) 

Disposible Income

DI adalah pendapatan yang diterima masyarakat yang sudah siap dibelanjakan oleh penerimanya.

Untuk menghitung DI, memiliki rumus sebagai berikut:

DI = PI – Pajak langsung


Senin, 27 April 2015

Ekonomi : Pendapatan nasional

Setiap kegiatan dan perkembangan ekonomi suatu negara pasti berkaitan dengan pendapatan nasional. Tingkat pertumbuhan negara juga berkaitan dengan pendapatan nasional. Usaha-usaha pembangunan ekonomi yang dilakukan oleh setiap negara pasti diarahkan untuk meningkatkan untuk menstabilkan pendapatan nasional. Pendapatan nasional adalah jumlah nilai barang dan jasa akhir yang dihasilkan oleh suatu perekonomian dalam periode tertentu yang dihitung berdasarkan nilai pasar.
Setiap negara memiliki suatu sistem perhitungan pendapatan nasional. Sistem tersebut merupakan suatu cara mengumpulkan informasi perhitungan terhadap hal-hal sebagai berikut :

  • Nilai berbagai barang dan jasa yang di produksi oleh suatu negara
  • Nilai berbagai jenis pengeluaran atas produk nasional
  • Jumlah pendapatan yang diterima oleh berbagai faktor produksi yang digunakan untuk menciptakan produk nasional tersebut

Produk Nasional Bruto (Gross National Product/GNP) adalah seluruh barang dan jasa yang dihasilkan masyarakat suatu negara dalam periode tertentu, biasanya satu tahun, termasuk didalamnya barang dan jasa yang dihasilkan warga negara tersebut yang berada atau bekerja diluar negeri. Barang dan jasa yang dihasilkan warga negara asing yang bekerja didalam negeri, tidak termasuk GNP.

Produk Nasional Bruto (GNP) merupakan pendapatan nasional yang dihitung dengan mengeluarkan faktor pendapatan dari warganegara asing yang berdomisili di negara tersebut dan hanya menghitung nilai barang dan jasa yang hanya dihasilkan oleh orang yang berkewarganegaraan negara tersebut saja. Dalam perhitungan, istilah ini lebih sering digunakan karena dapat menggambarkan dengan jelas prestasi ekonomi negara yang bersangkutan tanpa pengaruh dari pihak asing (dalam bentuk penanaman modal asing).

Perlu dibedakan GNP dari NNP (Net National Product) atau produk nasional neto, dimana NNP oleh banyak orang dianggap lebih tepat untuk menggambarkan kondisi perekonomian nasional karena mengeluarkan faktor penggantian modal (depresiasi) dalam perhitungannya. Jadi Pendapatan Nasional Neto (NNP) adalah pendapatan nasional yang hanya memperhitungkan investasi neto (nilai investasi bersih setelah dikurangi depresiasi dari aktiva investasi)
GNP dapat digunakan sebagai indikasi perekonomian suatu negara. Akan tetapi, Indikator tersebut juga mempunyai kelemahan yaitu :
  1. Tidak memperhitungkan kegiatan produksi yang bersifat mikro seperti kegiatan rumah tangga
  2. Tidak dapat memperhitungkan kegiatan ekonomi bawah tanah (underground enocomy activities) seperti penghindaran pajak, penyelundupan dan bisnis ilegal lainnya
  3. GNP tidak memperhitungkan nilai dari aktivitas rekreasi
  4. GNP tidak memperhitungkan perubahan kualitas dari barang dan jasa
  5. GNP tidak memperhitungkan biaya polusi dan biaya yang timbul akibat kerusakan lingkungan.
Metode penghitungan pendapatan nasional terdapat 3 cara yaitu dengan

  1. Pendekatan produksi
  2. Pendekatan pendapatan
  3. Pendekatan pengeluaran
Pendekatan produksi

Metode ini untuk menghitung pendapatan nasional dengan cara menjumlahkan nilai tambah yang diwujudkan oleh perusahaan-perusahaan diberbagai lapangan usaha dalam perekonomian.

Pendekatan produksi adalah total output (produksi) yang dihasilkan oleh suatu perekonomian. Cara penghitungan dalam praktik adalah dengan membagi-bagi perekonomian menjadi beberapa sektor produksi (industrial origin). Jumlah output masing-masing sektor merupakan jumlah output seluruh perekonomian. Hanya saja, ada kemungkinan bahwa output yang dihasilkan suatu sektor perekonomian berasal dari output sektor lain atau bisa juga merupakan input bagi sektor ekonomi yang lain lagi. Untuk menghindari hal tersebut, maka dalam perhitungan PDB dengan metode produksi yang dijumlahkan adalah nilai tambah (value added) masing-masing sektor.

Y = (PXQ)1 + (PXQ)2 +.....(PXQ)n


Y = Pendapatan nasional

P = Harga

Q = Kuantitas


Pendekatan pendapatan

Metode pendapatan memandang nilai output perekonomian sebagai nilai total balas jasa atas faktor produksi yang digunakan dalam proses produksi. Kemampuan entrepreneur ialah kemampuan dan keberanian mengombinasikan tenaga kerja, barang modal, dan uang untuk menghasilkan barang dan jasa yang dibutuhkan masyarakat. Balas jasa untuk tenaga kerja adalah upah atau gaji. Untuk barang modal adalah pendapatan sewa. Untuk pemilik uang/aset finansial adalah pendapatan bunga. Sedangkan untuk pengusaha adalah keuntungan. Total balas jasa atas seluruh faktor produksi disebut Pendapatan Nasional (PN)

Y = R + W + I + P

Y = Pendapatan nasional

R = Sewa

W = Gaji

I = Bunga modal

P = Laba

Pendekatan pengeluaran

Menurut metode pengeluaran, nilai PDB merupakan nilai total dalam perekonomian selama periode tertentu. Menurut metode ini ada beberapa jenis agregat dalam suatu perekonomian:
  1. Konsumsi Rumah Tangga, pengeluaran sektor rumah tangga dipakai untuk konsumsi akhir, baik barang dan jasa yang habis dalam tempo setahun atau kurang (durable goods) maupun barang yang dapat dipakai lebih dari setahun/barang tahan lama (non-durable goods)
  2. Konsumsi Pemerintah, yang masuk dalam perhitungan konsumsi pemerintah adalah pengeluaran-pengeluaran pemerintah yang digunakan untuk membeli barang dan jasa akhir (government expenditure). Sedangkan pengeluaran-pengeluaran untuk tunjangan-tunjangan sosial tidak masuk dalam perhitungan konsumsi pemerintah.
  3. Pengeluaran Investasi, pembentukan Modal Tetap Domestik Bruto (PMTDB) merupakan pengeluaran sektor dunia usaha. Yang termasuk dalam PMTDB adalah perubahan stok, baik berupa barang jadi maupun barang setengah jadi
  4. Ekspor Neto, yang dimaksud dengan ekspor bersih adalah selisih antara nilai ekspor dengan impor. Ekspor neto yang positif menunjukkan bahwa ekspor lebih besar daipada impor. Perhitungan ekspor neto dilakukan bila perekonomian melakukan transaksi dengan perekonomian lain (dunia).
Y = C + I + G + (X - M)

Y = Pendapatan nasional

C = Konsumsi

I = Investasi

G = Pengeluaran pemerintah

X = ekspor

M = Impor



Referensi:
https://wardayadi.wordpress.com/materi-ajar/kelas-x/pendapatan-nasional-2/
http://dhauslaode.blogspot.com/2013/02/rumus-menghitung-pendapatan-nasional.html
http://turindraatp.blogspot.com/2009/11/gross-national-product-gnp.html



Pasar monopoli, oligopoli dan persaingan sempurna

Pasar Monopoli


Pasar monopoli adalah bentuk pasar yang hanya terdapat satu penjual saja. Dalam bentuk pasar ini hanya terdapat satu penjual sehingga praktis tidak ada pesaing (competitor) sehingga penjual atau monopolis leluasa menguasai pasar. Sebagai penjual tunggal, monopolis dapat meraih keuntungan yang melebihi normal.

Ada beberapa jenis pasar monopoli:
  • Alamiah : Adanya keadaan alam yang khas
  • Undang-undang : Adanya karena pemberlakuan kebijakan/undang-undang. Terdiri dari monopoli negara, hak cipta, hak paten dan hak merk
  • Masyarakat : Adanya karena kepercayaan masyarakat
  • Penguasaan teknologi dan tenaga ahli : Adanya karena menguasai teknologi dan tenaga ahli
  • Kemampuan efisiensi : Adanya karena mampu menghemat/biaya produksi
  • Penguasaan bahan baku : Adanya karena menguasai bahan baku
Ciri-ciri pasar monopoli:
  • Terdapat satu penjual
  • Harga ditentukan penjual (monopoli)
  • Perusahaan lain sulit memasuki pasar
  • Konsumen tidak bisa pindah walau rugi
  • Bisa menimbulkan ketidakadilan/kerugian bagi masyarakat

Pasar Oligopoli

Pasar oligopoli adalah suatu bentuk pasar yang terdapat beberapa penjual dimana salah satu atau beberapa penjual bertindak sebagai pemilik pangsa pasar terbesar (price leader)

Ada beberapa jenis pasar oligopoli:
  • Oligopoli murni : menjual barang yang homogen, contohnya pasar semen
  • Oligopoli diferensial : menjual barang yang berbeda corak, contohnya pasar mobil, pasar sepeda motor
Ciri-ciri pasar oligopoli:
  • Terdapat beberapa penjual
  • Barang yang dijual homogen atau beda corak
  • Sulit dimasuki perusahaan baru
  • Membutuhkan peran iklan
  • Terdapat satu market leader (pemimpin pasar)
  • Harga jual tidak mudah berubah

Pasar Persaingan Sempurna

Pasar persaingan sempurna merupakan salah satu pasar yang terdiri dari banyak pembeli dan penjual, namun demikian pembeli dan penjual secara individual atau perseorangan tidak dapat memengaruhi harga pasar. Pada pasar ini harga yang terbentuk merupakan cerminan dari keinginan penjual dan pembeli secara keseluruhan atau bersama-sama.
Pasar persaingan sempurna diklaim sebagai bentuk pasar yang paling ideal karena pasar ini mampu menjamin terjadinya kegiatan produksi dengan sangat efisien.
Pasar persaingan sempurna adalah pasar yang memiliki mobilitas sempurna dari sumber daya dan didukung oleh pengetahuan yang sempurna dari pembeli maupun penjual. Contoh pasar persaingan sempurna antara lain adalah bursa efek atau pasar modal atau pasar uang.

Ciri-ciri pasar persaingan sempurna:
  • Jumlah pembeli dan penjual relatif banyak
  • Barang dan jasa yang diperjualbelikan bersifat homogen
  • Pembeli dan penjual mengetahui keadaan pasar dengan sempurna
  • Pembeli dan penjual bebas keluar masuk pasar
  • Faktor-faktor produksi bebas bergerak
  • Tidak ada campur tangan pemerintah
Referensi:
http://tugassekolahkit.blogspot.com/2013/10/penjelasan-tentang-pasar-monolopi.html
http://ardra.biz/ekonomi/ekonomi-mikro/pengertian-fungsi-jenis-pasar/pasar-persaingan-sempurna-perfect-competition-market/

Produksi

Produksi merupakan proses mengubah input menjadi output. Produksi meliputi semua kegiatan untuk menciptakan atau menambah nilai guna suatu barang. Untuk melakukan produksi diperlukan jangka waktu pembuatannya. Jangka waktu pada produksi dibedakan menjadi 2 yaitu:
  • Short run (jangka pendek), yaitu jangka waktu ketika input variabel dapat disesuaikan, namun input tetap tidak dapat disesuaikan
  • Long run (jangka panjang), yaitu satu waktu dimana seluruh input variabel maupun tetap yang digunakan perusahaan dapat diubah
Fungsi produksi menunjukan sifat hubungan antara input dan output yang dihasilkan. Ketika input-input produksi terdiri dari capital,labour,resource dan technology maka persamaan produksi menjadi sebagai berikut:

Q = F (Q.L.T)

Q = Quantity, atau jumlah barang yang dihasilkan

F = Fungsi, atau simbol persamaan fungsional

C = Capital, atau modal atau saran yang digunakan

L = Labour, atau tenaga kerja

Persamaan diatas menjelaskan bahwa output dari suatu produksi merupakan fungsi atau dipengaruhi input. Jadi, barang yang dihasilkan dari produksi akan tergantung pada macam-macam dari input yang digunakan. 

Dalam ekonomi, teori produksi dibedakan menjadi teori produksi dengan satu input variabel dan teori produksi dua input variabel

Produksi dengan satu input variabel

Dengan mengansumsikan beberapa input dianggap tetap atau konstan dalam jangka waktu pendek dan hanya satu faktor produksi yaitu tenaga kerja yang dapat berubah, maka dapat ditulis sebagai berikut:

Q = F(L)

Q = Quantity (kuantitas)

F = Fungsi

L = Labour (tenaga kerja)

Persamaan produksi ini sangat sederhana karena hanya melibatkan tenaga kerja untuk meningkatkan produksi suatu barang. Jadi jika perusahaan ingin meningkatkan nilai produksi, maka perusahaan hanya menambahkan tenaga kerja.

Produksi dengan dua input variabel

Jika faktor produksi yang dapat berubah adalah jumlah tenaga kerja dan jumlah modal atau sarana yang digunakan, maka fungsi produksi dapat dinyatakan sebagai berikut:

Q = F(L.C)

Q = Quantity (kuantitas)

F = Fungsi

L = Labour (tenaga kerja)

C = Capital (modal)

Pada fungsi produksi ini diketahui, bahwa tingkat produksi dapat berubah apabila merubah faktor tenaga kerja atau jumlah modal. Perusahaan mempunyai 2 opsi untuk menambah tingkat produksinya yatu dengan menambah tenaga kerja atau menambah modal.

Referensi:
http://ardra.biz/ekonomi/ekonomi-mikro/teori-fungsi-produksi/
http://nuraini.staff.umm.ac.id/files/2010/01/teori-produksi.ppt






Rabu, 19 November 2014

Organisasi yang Berkembang


a) Latar Belakang

Sejalan dengan perkembangan perekonomian, banyak perusahaan dalam rangka mengembangkan usahanya melakukan berbagai cara untuk memenuhi kebutuhan modal, diantaranya adalah dengan cara utang atau menambah jumlah kepemilikan saham dengan menerbitkan saham baru. Untuk menambah jumlah kepemilikan saham perusahaan dapat dilakukan dengan menjual kepada pemegang saham yang sudah ada, menambah saham yang tidak dapat di bagi, menjual langsung kepada pemilik tunggal atau dengan melakukan penawaran saham kepada masyarakat umum. Proses penawaran sebagian saham kepada masyarakat melalui bursa efek disebut dengan istilah go public. 

Secara mudah, go public merupakan penawaran saham atau obligasi kepada masyarakat umum untuk pertama kalinya. Pertama kali di sini berarti bahwa pihak penerbit pertama kalinya melakukan penjualan saham atau obligasi. Ada beberapa manfaat yang diterima apabila melakukan penawaran umum. Bagi perusahaan, dengan melakukan penawaran umum maka akan dapat memperoleh dana yang relatif besar dan diterima sekaligus. Proses go public relatif lebih mudah dan biayanya juga relatif lebih murah. Dana hasil penawaran umum biasanya digunakan untuk melakukan ekspansi, memperbaiki struktur permodalan. Selain itu melalui go public, emiten sebagai penerbit saham akan dikenal oleh masyarakat, sehingga proses ini dapat dianggap promosi tidak langsung bagi perusahaan maupun bagi produk dan jasa yang dihasilkannya. Dampak lain yang diperoleh adalah meningkatnya citra perusahaan.

Transaksi penawaran umum penjualan saham pertama kalinya terjadi pada pasar perdana (primary market). Pasar perdana adalah penawaran saham dari perusahaan yang menerbitkan saham (emiten) kepada investor selama waktu yang ditetapkan oleh pihak yang menerbitkan sebelum saham tersebut diperdagangkan di pasar sekunder. Harga saham di pasar perdana ditentukan oleh penjamin emisi dan emiten.

Dari hasil penjualan saham tersebut keseluruhannya masuk sebagai modal perusahaan. Walaupun emiten dan underwriter secara bersama – sama mengadakan kesepakatan dalam menentukan harga saham perdana, namun sebenarnya mereka masing – masing mempunyai kepentingan yang berbeda. Sebagai pihak yang membutuhkan dana, emiten menginginkan harga perdana yang tinggi. Karena dengan harga perdana yang tinggi emiten berharap akan segera merealisasikan rencana proyeknya. Dilain pihak underwriter sebagai penjamin emisi berusaha untuk meminimalkan resiko yang ditanggungnya. Dalam tipe penjaminan full comitment , pihak underwriter akan membeli saham yang tidak terjual di pasar perdana. Keadaan ini membuat underwriter tidak berkeinginan untuk membeli saham yang tidak laku terjual.

b)      Pembahasan

Organisasi adalah bentuk formal dari sekelompok manusia dengan tujuan individualnya masing - masing (gaji, kepuasan kerja, dll) yang bekerjasama dalam suatu proses tertentu untuk mencapai tujuan bersama (tujuan organisasi). Agar tujuan organisasi dan tujuan individu dapat tercapai secara selaras dan harmonis maka diperlukan kerjasama dan usaha yang sungguh-sungguh dari kedua belah pihak (pengurus organisasi dan anggota organisasi) untuk bersama - sama berusaha saling memenuhi kewajiban masing-masing secara bertanggung jawab, sehingga pada saat masing-masing mendapatkanhaknya dapat memenuhi rasa keadilan baik bagi anggota organisasi / pegawai maupun bagi pengurus organisasi/pejabat yang berwenang. Pada dasarnya suatu organisasi terbentuk karna ada faktor-faktor. Berikut ini faktor terbentuknya suatu organisasi:
a.       Strategi
Struktur organisasi adalah salah satu sarana yang digunakan manajemen untuk mencapai sasarannya. Karena sasaran diturunkan dari strategi organisasi secara keseluruhan, logis kalau strategi dan struktur harus terkait erat. tepatnya, struktur harus mengikuti strategi.
b.      Ukuran Organisasi
Terdapat banyak bukti yang mendukung ide bahwa ukuran sebuah organisasi secara signifikan memengaruhi strukturnya.
c.       Teknologi
Istilah teknologi mengacu pada cara sebuah organisasi mengubah input menjadi output. Setiap organisasi paling tidak memiliki satu teknologi untuk mengubah sumber daya finansial, SDM, dan sumber daya fisik menjadi produk atau jasa.
d.      Lingkungan
Lingkungan sebuah organisasi terbentuk dari lembaga-lembaga atau kekuatan-kekuatan di luar organisasi yang berpotensi memengaruhi kinerja organisasi. Kekuatan-kekuatan ini biasanya meliputi pemasok, pelanggan, pesaing, badan peraturan pemerintah, kelompok-kelompok tekanan publik, dan sebagainya.

Konsep-konsep tentang organisasi berkembang mulai tahun 1800-an , sekarang dikenal sebagai teori klasik (classical theory) atau disebut juga teori tradisional. Teori klasik telah ada ribuan tahun yang lalu ,dalam dalam kerajaan Mesir , China dan kekaisaran Romawi. Gereja Katolik Roma telah mempergunakan teori klasik hampir dua ribu tahun lamanya. Organisasi secara umum digambarkan oleh para teoritisi klasik sebagai sangat tersentralisasi , dan tugas-tugasnya terspesialisasi. Teori klasik memberikan petunjuk “mekanistik” struktual yang kaku ,bukan kreativitas.
Teori klasik berkembang dalam tiga aliran:
a.       Birokrasi
Kata birokrasi berasal dari kata legal-rasional. Organisasi disebut rasional dalam hal penetapan tujuan dan perancangan organisasi untuk mencapai tujuan tersebut . Organisasi itu legal karena wewenangnya berasal dari seperangkat atuan . Menurut Weber bentuk organisasi yang birokratik secara kodratnya adalah bentuk oragnisasi yang paling efisien . Weber berpendapat bahwa masyarakat perlu membentuk organisasi “baru” yang lain dari organisasi tradisional . Model organisasi “baru” ini (birokratik) mempunyai karakteristik-karakteristik struktural tertentu .
Menurut Weber , model birokratik dapat digunakan secara efektif. Weber mengemukakan karakteristik-karakteristik birokratik sebagai berikut :
·         Pembagian kerja yang jelas
·         Hirarki wewenang yang dirumuskan secaa baik
·         Program rasional dalam pencapaian tujuan organisasi
·         Sistem prosedur bagi penanganan situasi kerja
·         Sistem aturan yang mencakup hak-hak dan kewajiban-kewajiban posisi para pemegang jabatan
·        Hubungan-hubunagn antara pribadi yang bersifat “impersonal” Ada pemisah antara masalah-masalah pribadi dengan persoalan-persoalan resmi (formal) organisasi .
b.      Administrasi
Teori administrasi adalah bagian kedua dari teorisasi organisasi klasik. Berkembang sejak tahun 1900. Henri fayol (1841-1952), seorang industrialis dari Perancis, pada tahun 1916 telah menulis masalah-masalah tehnik dan administrasi. Fayol menyatakan bahwa semua kegiatan-kegiatan industrial dapat dibagi menjadi 6 (enam) kelompok :
·         Kegiatan-kegiatan teknikal (produksi , manufacturing , adaptasi)
·         Kegiatan-kegiatan komersial (pembelian, penjualan, pertukaran)
·         Kegiatan-kegiatan finansial (pencarian suatu penggunaan optimum dari modal)
·         Kegiatan-kegiatan keamanan (perlindungan terhadap kekayaan dan personalia organisasi)
·         Kegiatan-kegiatan akuntansi (penentuan persediaan, biaya, penyusunan neraca dan laporan rugi-laba, statistik)
·         Kegiatan-kegiatan manajerial (perencanaan, pengorganisasian, pemberian perintah, pengkoordinasian dan pengawasan)
Fayol mengemukakan dan membahas 14 (empat belas) kaidah manajemen yang menjadi dasar perkembangan teori administrasi .Pinsip-prinsip dari Fayol tersebut secara ringkas dapat diuraikan sebagai berikut :
·         Pembagian kerja (division of work)
·         Wewenang dan tanggung jawab (authority and responsibility)
·         Disiplin (discipline)
·         Kesatuan perintah (unity of command)
·         Kesatuan pengarahan (unity direction)
·         Mendahulukan kepentingan umum daripada kepentingan pribadi (subordinationof individual interests to general interests)
·         Balas jasa (remuniretion of personnel)
·         Sentralisasi (centralization)
·         Rantai skalar (scalar chain)
·         Aturan (order)
·         Keadilan (equity)
·         Kelanggengan personalia (stability of tenure of personnel)
·         Inisiatif (initiative)
·         Semangat korps (esprit de crops)
Fayol memerinci fungsi-fungsi kegiatan administrasi menjadi “elemen-elemen” manajemen – perencanaan (planning), pengorganisasian (organizing), pemberian perintah (commanding), pengkoodinasian (coordinating) dan pengawasan (controlling).
c.       Ilmiah
Bagian ketiga dari teori klasik adalah manajemen ilmiah (Scientific Management). Manajemen ilmiah yang dikembangkan mulai sekitar tahun 1900 oleh Frederick Winslow Taylor. Dalam buku-buku literatur , manajemen ilmiah diartikan :
                                                                                i.            Manajemen ilmiah merupakan penerapan metode ilmiah pada studi, analisa, dan pemecahan masalah-masalah organisasi.
                                                                              ii.            Manajemen ilmiah adalah seperangkat mekanisme-mekanisme atau teknik-teknik - “a bag of tricks” - untuk  meningkatkan efisien kerja organisasi.
Secara ringkas ,Taylor telah mengidentifikasikan karakteristik-karakteristik manajemen ilmiah :
·         science, not rule of thumb
·         harmony, no discord
·         cooperation, not individualism
·         maximum output, in place of rentricted output
·         the development of each man to his greatest efficiency and prosperity
Organisasi berkembang yaitu suatu organisasi yang maju contohnya perusahaan berkembang yaitu Perusahaan Perseroan (Persero) PT Telekomunikasi Indonesia, Tbk (TELKOM) merupakan Badan Usaha Milik Negara dan penyedia layanan telekomunikasi dan jaringan terbesar di Indonesia. TELKOM menyediakan layanan InfoComm, telepon kabel tidak bergerak (fixed wireline) dan telepon nirkabel tidak bergerak (fixed wireless), layanan telepon seluler, data dan internet, serta jaringan dan interkoneksi, baik secara langsung maupun melalui anak perusahaan. Untuk menjawab tantangan yang terus berkembang di industri telekomunikasi dalam negeri maupun di tingkat global, kami bertekad melakukan transformasi secara fundamental dan menyeluruh di seluruh lini bisnis yang mencakup transformasi bisnis dan portofolio,transformasi infrastruktur dan sistem, transformasi organisasi dan sumber daya manusia sertatransformasi budaya. Pelaksanaan transformasi ini dilakukan dalam rangka mendukung upaya diversifikasi bisnis TELKOM dari ketergantungan pada portofolio bisnis Legacy yang terkait dengan telekomunikasi, yakni layanan telepon tidak bergerak (Fixed), layanan telepon seluler(Mobile), dan Multimedia (FMM), menjadi portofolio TIME (Telecommunication, Information, Media and Edutainment). Konsistensi TELKOM dalam berinovasi telah berhasil memposisikan perusahan sebagai salah satu perusahan yang berdaya saing tinggi dan unggul dalam bisnis wave.
Pada perusahaan yang berkembang terdapat sistem-sistem yaitu:
a.       Perusahaan Go Public
Go Public berarti menjual saham perusahaan ke para investor dan membiarkan saham tersebut diperdagangkan di pasar saham. Sebagai contoh, PT. Telkomunikasi indonesia, PTAxiata XL, Indosat, dan banyak perusahaan lainnya yang sudah menjadi Go Public. Perusahaan yang memiliki sistem seperti ini memiliki kerugian seperti:
                                                                                 i.            Laporan Rutin
Setiap perusahaan yang go public secara periodik harus membuat laporan kepada Bursa Efek Indonesia, bisa saja per kuartal atau tahunan, tentu saja untuk membuat laporan tersebut diperlukan biaya.
                                                                               ii.            Terbuka
Semua perusahaan go public pasti transparan dan sangat mudah untuk diketahui oleh para kompetitornya dari segi data dan managementnya.
                                                                              iii.            Keterbatasan kekuasaan Pemilik
Para pemilik perusahaan harus memperhatikan kepentingan bersama para pemegang saham, tidak bisa lagi melakukan praktek nepotisme, kecurangan dalam pengambilan keputusan dan lainnya, karena perusahaan tersebut milik  publik.
                                                                             iv.            Hubungan antar Investor
Perusahaan terbuka harus menjaga hubungan antara perusahaan dengan para investornya dan di informasikan mengenai perkembangan dari perusahaan tersebut.

b.      Perusahaan Holding Company
Pengertian Holding Company adalah penggabungan badan usaha untuk menggabungkan suatu perusahaan dengan satu atau lebih perusahaan lain ke dalam satu kesatuan ekonomis. Mengadakan penggabungan badan usaha atau External Business Expansion merupakan alasan pemilik perusahaan untuk lebih mengembangkan usahanya dimasa yang akan datang dalam rangka mempersiapkan perusahaan dalam posisi yang berdaya saing yang kuat. Suatu perusahaan melakukan pengabungan sumber-sumber ekonomis yang dimiliki oleh perusahaan lainnya.
Perusahaan holding sering juga disebut dengan holding company, parent company, atau controlling company. Munir Fuady mengartikan holding company adalah suatu perusahaan yang bertujuan untuk memiliki saham dalam satu atau lebih perusahaan lain dan mengatur satu atau lebih perusahaan lain tersebut.
Pada holding company terdapat konsentrasi saham-saham dengan tujuan untuk mencapai pengaruh pada perusahaan tertentu atau cabang perusahaan tertentu untuk mengendalikannya.
Konsentrasi yang diinginkan dapat dicapai dengan bantuan modal asing. Holding company merupakan perusahaan yang berdiri sendiri yang atas namanya sendiri, mengeluarkan saham-saham badan usaha lain dan deviden yang tercapai dengannya. Maskapai induk (moedermaatschappij ) melalui kekayaan sahamsahamnya sebesar 40% hingga 50% dapat mengendalikan sejumlah maskapai anak (doctermaatschappijen) yang kembali lagi melalui pemilikan saham (aandelenbezit) menguasai maskapai-maspakai anak lainnya.

c.       Perusahaan Joint Venture
Joint venture merupakan suatu kerjasama antar beberapa perusahaan untuk mencapai konsentrasi kekuatan ekomomi yang lebih padat.  Joint venture dapat disebut juga sebagai aliansi strategis (strategic alliances) dan bisa dilakukan oleh perusahaan besar selain itu dapat menjadi strategi yang efektif untuk memanfaatkan kelebihan – kelebihan yang dimiliki oleh partner. Ciri utamanya:
                                                                                 i.            Kegiatan yang dilakukan oleh salah seorang partner masih tetap mengikat partner yang lain.
                                                                               ii.            Kewajiban semua pihak dalam joint venture dapat dimasukkan dalam jenis partnership.
Tujuan perusahaan joint venture adalah untuk menciptakan sebuah perusahaan dengan kombinasi mitra 'lokal' yang memiliki pengetahuan khusus pasar dan visibilitas tinggi. Bermacam-macam bentuk organisasi yang ada dapat dibedakan secara jelas ketika kita membandingkan toko kelontong, supermarket, konsultan hukum, atau perusahaan otomotif. Masing-masing unit bisnis atau organisasi tersebut memiliki karakteristik yang berbeda-beda. Demikian pula yang akan kita bahas pada makalah ini seperti Organisasi Niaga, Regional dan Internasional, antara klasifikasi disetiap masing organisasi-organisasi tersebut terdapat perbedaan karakteristik pada pembentukan organisasi, tujuan organisasi maupun segi keuntungan organisasi sendiri.

c)       Kesimpulan

Organisasi adalah bentuk formal dari sekelompok manusia dengan tujuan individualnya masing - masing (gaji, kepuasan kerja, dll) yang bekerjasama dalam suatu proses tertentu untuk mencapai tujuan bersama (tujuan organisasi). Untuk Itu diperlukan beberapa tipe organisasi dalam pengembangan perusahaan tersebut.
Dalam menjalankan Perusahaannya, Organisasi yang berkembang tersebut menggunakan beberapa system untuk memajukan perusahaan mereka. Sistem organisasi berkembang yang dikenal adalah : join venture, holding company, dan go public.
Sistem organisasi yang berkembang tersebut memiliki kekurangan dan kelebihannya masing – masing yang menjadi tolak ukur setiap perusahaan memilih system pengerjaan perusahaannya sesuai dengan bidangnya masing – masing sehingga kekurangan dan kelebihan tersebut bisa di gunakan untuk memajukan kepentingan perusahaan itu sendiri.