Senin, 27 April 2015

Ekonomi : Pendapatan nasional

Setiap kegiatan dan perkembangan ekonomi suatu negara pasti berkaitan dengan pendapatan nasional. Tingkat pertumbuhan negara juga berkaitan dengan pendapatan nasional. Usaha-usaha pembangunan ekonomi yang dilakukan oleh setiap negara pasti diarahkan untuk meningkatkan untuk menstabilkan pendapatan nasional. Pendapatan nasional adalah jumlah nilai barang dan jasa akhir yang dihasilkan oleh suatu perekonomian dalam periode tertentu yang dihitung berdasarkan nilai pasar.
Setiap negara memiliki suatu sistem perhitungan pendapatan nasional. Sistem tersebut merupakan suatu cara mengumpulkan informasi perhitungan terhadap hal-hal sebagai berikut :

  • Nilai berbagai barang dan jasa yang di produksi oleh suatu negara
  • Nilai berbagai jenis pengeluaran atas produk nasional
  • Jumlah pendapatan yang diterima oleh berbagai faktor produksi yang digunakan untuk menciptakan produk nasional tersebut

Produk Nasional Bruto (Gross National Product/GNP) adalah seluruh barang dan jasa yang dihasilkan masyarakat suatu negara dalam periode tertentu, biasanya satu tahun, termasuk didalamnya barang dan jasa yang dihasilkan warga negara tersebut yang berada atau bekerja diluar negeri. Barang dan jasa yang dihasilkan warga negara asing yang bekerja didalam negeri, tidak termasuk GNP.

Produk Nasional Bruto (GNP) merupakan pendapatan nasional yang dihitung dengan mengeluarkan faktor pendapatan dari warganegara asing yang berdomisili di negara tersebut dan hanya menghitung nilai barang dan jasa yang hanya dihasilkan oleh orang yang berkewarganegaraan negara tersebut saja. Dalam perhitungan, istilah ini lebih sering digunakan karena dapat menggambarkan dengan jelas prestasi ekonomi negara yang bersangkutan tanpa pengaruh dari pihak asing (dalam bentuk penanaman modal asing).

Perlu dibedakan GNP dari NNP (Net National Product) atau produk nasional neto, dimana NNP oleh banyak orang dianggap lebih tepat untuk menggambarkan kondisi perekonomian nasional karena mengeluarkan faktor penggantian modal (depresiasi) dalam perhitungannya. Jadi Pendapatan Nasional Neto (NNP) adalah pendapatan nasional yang hanya memperhitungkan investasi neto (nilai investasi bersih setelah dikurangi depresiasi dari aktiva investasi)
GNP dapat digunakan sebagai indikasi perekonomian suatu negara. Akan tetapi, Indikator tersebut juga mempunyai kelemahan yaitu :
  1. Tidak memperhitungkan kegiatan produksi yang bersifat mikro seperti kegiatan rumah tangga
  2. Tidak dapat memperhitungkan kegiatan ekonomi bawah tanah (underground enocomy activities) seperti penghindaran pajak, penyelundupan dan bisnis ilegal lainnya
  3. GNP tidak memperhitungkan nilai dari aktivitas rekreasi
  4. GNP tidak memperhitungkan perubahan kualitas dari barang dan jasa
  5. GNP tidak memperhitungkan biaya polusi dan biaya yang timbul akibat kerusakan lingkungan.
Metode penghitungan pendapatan nasional terdapat 3 cara yaitu dengan

  1. Pendekatan produksi
  2. Pendekatan pendapatan
  3. Pendekatan pengeluaran
Pendekatan produksi

Metode ini untuk menghitung pendapatan nasional dengan cara menjumlahkan nilai tambah yang diwujudkan oleh perusahaan-perusahaan diberbagai lapangan usaha dalam perekonomian.

Pendekatan produksi adalah total output (produksi) yang dihasilkan oleh suatu perekonomian. Cara penghitungan dalam praktik adalah dengan membagi-bagi perekonomian menjadi beberapa sektor produksi (industrial origin). Jumlah output masing-masing sektor merupakan jumlah output seluruh perekonomian. Hanya saja, ada kemungkinan bahwa output yang dihasilkan suatu sektor perekonomian berasal dari output sektor lain atau bisa juga merupakan input bagi sektor ekonomi yang lain lagi. Untuk menghindari hal tersebut, maka dalam perhitungan PDB dengan metode produksi yang dijumlahkan adalah nilai tambah (value added) masing-masing sektor.

Y = (PXQ)1 + (PXQ)2 +.....(PXQ)n


Y = Pendapatan nasional

P = Harga

Q = Kuantitas


Pendekatan pendapatan

Metode pendapatan memandang nilai output perekonomian sebagai nilai total balas jasa atas faktor produksi yang digunakan dalam proses produksi. Kemampuan entrepreneur ialah kemampuan dan keberanian mengombinasikan tenaga kerja, barang modal, dan uang untuk menghasilkan barang dan jasa yang dibutuhkan masyarakat. Balas jasa untuk tenaga kerja adalah upah atau gaji. Untuk barang modal adalah pendapatan sewa. Untuk pemilik uang/aset finansial adalah pendapatan bunga. Sedangkan untuk pengusaha adalah keuntungan. Total balas jasa atas seluruh faktor produksi disebut Pendapatan Nasional (PN)

Y = R + W + I + P

Y = Pendapatan nasional

R = Sewa

W = Gaji

I = Bunga modal

P = Laba

Pendekatan pengeluaran

Menurut metode pengeluaran, nilai PDB merupakan nilai total dalam perekonomian selama periode tertentu. Menurut metode ini ada beberapa jenis agregat dalam suatu perekonomian:
  1. Konsumsi Rumah Tangga, pengeluaran sektor rumah tangga dipakai untuk konsumsi akhir, baik barang dan jasa yang habis dalam tempo setahun atau kurang (durable goods) maupun barang yang dapat dipakai lebih dari setahun/barang tahan lama (non-durable goods)
  2. Konsumsi Pemerintah, yang masuk dalam perhitungan konsumsi pemerintah adalah pengeluaran-pengeluaran pemerintah yang digunakan untuk membeli barang dan jasa akhir (government expenditure). Sedangkan pengeluaran-pengeluaran untuk tunjangan-tunjangan sosial tidak masuk dalam perhitungan konsumsi pemerintah.
  3. Pengeluaran Investasi, pembentukan Modal Tetap Domestik Bruto (PMTDB) merupakan pengeluaran sektor dunia usaha. Yang termasuk dalam PMTDB adalah perubahan stok, baik berupa barang jadi maupun barang setengah jadi
  4. Ekspor Neto, yang dimaksud dengan ekspor bersih adalah selisih antara nilai ekspor dengan impor. Ekspor neto yang positif menunjukkan bahwa ekspor lebih besar daipada impor. Perhitungan ekspor neto dilakukan bila perekonomian melakukan transaksi dengan perekonomian lain (dunia).
Y = C + I + G + (X - M)

Y = Pendapatan nasional

C = Konsumsi

I = Investasi

G = Pengeluaran pemerintah

X = ekspor

M = Impor



Referensi:
https://wardayadi.wordpress.com/materi-ajar/kelas-x/pendapatan-nasional-2/
http://dhauslaode.blogspot.com/2013/02/rumus-menghitung-pendapatan-nasional.html
http://turindraatp.blogspot.com/2009/11/gross-national-product-gnp.html



Pasar monopoli, oligopoli dan persaingan sempurna

Pasar Monopoli


Pasar monopoli adalah bentuk pasar yang hanya terdapat satu penjual saja. Dalam bentuk pasar ini hanya terdapat satu penjual sehingga praktis tidak ada pesaing (competitor) sehingga penjual atau monopolis leluasa menguasai pasar. Sebagai penjual tunggal, monopolis dapat meraih keuntungan yang melebihi normal.

Ada beberapa jenis pasar monopoli:
  • Alamiah : Adanya keadaan alam yang khas
  • Undang-undang : Adanya karena pemberlakuan kebijakan/undang-undang. Terdiri dari monopoli negara, hak cipta, hak paten dan hak merk
  • Masyarakat : Adanya karena kepercayaan masyarakat
  • Penguasaan teknologi dan tenaga ahli : Adanya karena menguasai teknologi dan tenaga ahli
  • Kemampuan efisiensi : Adanya karena mampu menghemat/biaya produksi
  • Penguasaan bahan baku : Adanya karena menguasai bahan baku
Ciri-ciri pasar monopoli:
  • Terdapat satu penjual
  • Harga ditentukan penjual (monopoli)
  • Perusahaan lain sulit memasuki pasar
  • Konsumen tidak bisa pindah walau rugi
  • Bisa menimbulkan ketidakadilan/kerugian bagi masyarakat

Pasar Oligopoli

Pasar oligopoli adalah suatu bentuk pasar yang terdapat beberapa penjual dimana salah satu atau beberapa penjual bertindak sebagai pemilik pangsa pasar terbesar (price leader)

Ada beberapa jenis pasar oligopoli:
  • Oligopoli murni : menjual barang yang homogen, contohnya pasar semen
  • Oligopoli diferensial : menjual barang yang berbeda corak, contohnya pasar mobil, pasar sepeda motor
Ciri-ciri pasar oligopoli:
  • Terdapat beberapa penjual
  • Barang yang dijual homogen atau beda corak
  • Sulit dimasuki perusahaan baru
  • Membutuhkan peran iklan
  • Terdapat satu market leader (pemimpin pasar)
  • Harga jual tidak mudah berubah

Pasar Persaingan Sempurna

Pasar persaingan sempurna merupakan salah satu pasar yang terdiri dari banyak pembeli dan penjual, namun demikian pembeli dan penjual secara individual atau perseorangan tidak dapat memengaruhi harga pasar. Pada pasar ini harga yang terbentuk merupakan cerminan dari keinginan penjual dan pembeli secara keseluruhan atau bersama-sama.
Pasar persaingan sempurna diklaim sebagai bentuk pasar yang paling ideal karena pasar ini mampu menjamin terjadinya kegiatan produksi dengan sangat efisien.
Pasar persaingan sempurna adalah pasar yang memiliki mobilitas sempurna dari sumber daya dan didukung oleh pengetahuan yang sempurna dari pembeli maupun penjual. Contoh pasar persaingan sempurna antara lain adalah bursa efek atau pasar modal atau pasar uang.

Ciri-ciri pasar persaingan sempurna:
  • Jumlah pembeli dan penjual relatif banyak
  • Barang dan jasa yang diperjualbelikan bersifat homogen
  • Pembeli dan penjual mengetahui keadaan pasar dengan sempurna
  • Pembeli dan penjual bebas keluar masuk pasar
  • Faktor-faktor produksi bebas bergerak
  • Tidak ada campur tangan pemerintah
Referensi:
http://tugassekolahkit.blogspot.com/2013/10/penjelasan-tentang-pasar-monolopi.html
http://ardra.biz/ekonomi/ekonomi-mikro/pengertian-fungsi-jenis-pasar/pasar-persaingan-sempurna-perfect-competition-market/

Produksi

Produksi merupakan proses mengubah input menjadi output. Produksi meliputi semua kegiatan untuk menciptakan atau menambah nilai guna suatu barang. Untuk melakukan produksi diperlukan jangka waktu pembuatannya. Jangka waktu pada produksi dibedakan menjadi 2 yaitu:
  • Short run (jangka pendek), yaitu jangka waktu ketika input variabel dapat disesuaikan, namun input tetap tidak dapat disesuaikan
  • Long run (jangka panjang), yaitu satu waktu dimana seluruh input variabel maupun tetap yang digunakan perusahaan dapat diubah
Fungsi produksi menunjukan sifat hubungan antara input dan output yang dihasilkan. Ketika input-input produksi terdiri dari capital,labour,resource dan technology maka persamaan produksi menjadi sebagai berikut:

Q = F (Q.L.T)

Q = Quantity, atau jumlah barang yang dihasilkan

F = Fungsi, atau simbol persamaan fungsional

C = Capital, atau modal atau saran yang digunakan

L = Labour, atau tenaga kerja

Persamaan diatas menjelaskan bahwa output dari suatu produksi merupakan fungsi atau dipengaruhi input. Jadi, barang yang dihasilkan dari produksi akan tergantung pada macam-macam dari input yang digunakan. 

Dalam ekonomi, teori produksi dibedakan menjadi teori produksi dengan satu input variabel dan teori produksi dua input variabel

Produksi dengan satu input variabel

Dengan mengansumsikan beberapa input dianggap tetap atau konstan dalam jangka waktu pendek dan hanya satu faktor produksi yaitu tenaga kerja yang dapat berubah, maka dapat ditulis sebagai berikut:

Q = F(L)

Q = Quantity (kuantitas)

F = Fungsi

L = Labour (tenaga kerja)

Persamaan produksi ini sangat sederhana karena hanya melibatkan tenaga kerja untuk meningkatkan produksi suatu barang. Jadi jika perusahaan ingin meningkatkan nilai produksi, maka perusahaan hanya menambahkan tenaga kerja.

Produksi dengan dua input variabel

Jika faktor produksi yang dapat berubah adalah jumlah tenaga kerja dan jumlah modal atau sarana yang digunakan, maka fungsi produksi dapat dinyatakan sebagai berikut:

Q = F(L.C)

Q = Quantity (kuantitas)

F = Fungsi

L = Labour (tenaga kerja)

C = Capital (modal)

Pada fungsi produksi ini diketahui, bahwa tingkat produksi dapat berubah apabila merubah faktor tenaga kerja atau jumlah modal. Perusahaan mempunyai 2 opsi untuk menambah tingkat produksinya yatu dengan menambah tenaga kerja atau menambah modal.

Referensi:
http://ardra.biz/ekonomi/ekonomi-mikro/teori-fungsi-produksi/
http://nuraini.staff.umm.ac.id/files/2010/01/teori-produksi.ppt